Monday, February 17, 2014

Kebudayaan


Peta Konsep :
À      Pengertian Kebudayaan
À      Pengertian Kebudayaan Menurut Para Ahli
·         Kebudayaan Menurut Ahli Luar Negri:
1.      Nostrand
2.      Richard Brisling
3.      Croydon
4.      Larson dan Smalley
5.      Ralph Linton
6.      Raymond Williams
7.      Al. Krueber
8.      Sir Edwards B Tylor
9.      C. Klluckhohn
10.  M. Jacobs dan B.J. Stern
11.  Dr. K. Kupper
12.  William H. Haviland
13.  Francis Merill
14.  Bounded et.al
15.  Mitchell
16.  Robert H Lowie
17.  Edward Spranger
18.  Herskovits
·         Kebudayaan Menurut Ahli Dalam Negri :
1.      Prof. Dr. Koentjoroningrat
2.      Ki Hajar Dewantara
3.      Arkeolog R. Soekmono
4.      Effat al-Syarqawi
5.      Parsudi Suparlan
6.      Sutan Takdir Alisyahbana
7.      Dr.Moh.Hatta
8.      Mangunsarkoro
9.      Drs. Sidi Gazalba
10.  Djjojodigono
À      Wujud Kebudayaan (menurut J.J. Hoenigman)
·         Gagasan (wujud ideal)
·         Aktivitas (tindakan)
·         Arteak (karya)

À      Unsur – Unsur Kebudayaan
·         Bahasa
·         System Pengetahuan
·         Organisasi Sosial
·         Sistem Peralatan Hidup dan Teknologi
·         Sistem Mata Pencarian Hidup
·         Kesenian
·         Sistem Religi
À      Faktor yang Mempengaruhi Keragaman Budaya
À      Pengaruh Keragaman Budaya di Indonesia
À      Peran Masyarakat dalam Keragaman Budaya
À      Manfaat dari Keragaman Budaya
À      Ciri – Ciri Keragaman Budaya
À      Dampak dari Keragaman Budaya



Pengertian Kebudayaan
            Kata kebudayaan berasal dari kata budh dalam bahasa Sansekerta yang berarti akal, kemudian menjadi kata budhi (tunggal) atau budhaya (majemuk), sehingga kebudayaan diartikan sebagai hasil pemikiran atau akal manusia. Ada pendapat yang mengatakan bahwa kebudayaan berasal dari kata budi dan daya. Budi adalah akal yang merupakan unsur rohani dalam kebudayaan, sedangkan daya berarti perbuatan atau ikhtiar sebagai unsur jasmani sehingga kebudayaan diartikan sebagai hasil dari akal dan ikhtiar manusia.
Secara sederhana pengertian kebudayaan dan budaya dalam IBD mengacu pada pengertian sebagai berikut :
1.      Kebudayaan dalam arti luas, adalah keseluruhan sistem gagasan, tindakan dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan belajar.
2.      Kebudayaan dalam arti sempit dapat disebut dengan istilah budaya atau sering disebut kultur yang mengandung pengertian keseluruhan sistem gagasan dan tindakan.

Pengertian Kebudayaan Menurut Para Ahli
Kebudayaan Menurut Ahli Luar Negri:
1.      Nostrand (1989: 51) 
Mendefinisikan budaya sebagai sikap dan kepercayaan, cara berpikir, berperilaku, dan mengingat bersama oleh anggota komunitas tersebut. 
2.      Richard brisling (1990: 11) 
Kebudayaan sebagai mengacu pada cita-cita bersama secara luas, nilai, pembentukan dan penggunaan kategori, asumsi tentang kehidupan, dan kegiatan goal-directed yang menjadi sadar tidak sadar diterima sebagai "benar" dan "benar" oleh orang-orang yang mengidentifikasi diri mereka sebagai anggota masyarakat.
3.      Croydon (1973: 4)
Budaya adalah suatu sistem pola terpadu, yang sebagian besar berada di bawah ambang batas kesadaran, namun semua yang mengatur perilaku manusia sepasti senar dimanipulasi dari kontrol boneka gerakannya. 
4.      Larson dan Smalley (1972: 39)
Kebudayaan sebagai "blue print" yang memandu perilaku orang dalam suatu komunitas dan diinkubasi dalam kehidupan keluarga. Ini mengatur perilaku kita dalam kelompok, membuat kita peka terhadap
masalah status, dan membantu kita mengetahui apa tanggung jawab kita adalah untuk grup. budaya yang berbeda struktur yang mendasari yang membuat bulat bulat masyarakat dan komunitas persegi persegi. 
5.      Ralph Linton (1945: 30)
Kebudayaan adalah seluruh cara kehidupan Dari Masyarakat Yang manapun dan regular tidak Hanya mengenai sebagian Dari cara Hidup Name of ITU yaitu Masyarakat Yang dianggap lebih diinginkan Dibuat Tinggi atau lebih. 
6.      Raymond Williams (1961: 16)
Budaya adalah seluruh kehidupan, materi, intelektual, dan spiritual.
7.      Al. Krueber (1958: 582-583)
Kebudayaan sebagai suatu sistem Dari ide-ide dan Konsep-Konsep Kebudayaan Dari wujud sebagai rangkaian tindakan berpola suatu aktivitas dan Manusia yang.
8.      Sir Edwards B Tylor (1871: 1)
Kebudayaan adalah keseluruhan Kompleks Dari ide dan segala Sesuatu Yang dihasilkan Manusia KESAWAN pengalaman historisnya. Termasuk disini adalah pengetahuan, kepercayaan, Seni, moral, Hukum, kebiasaan, kemampuan Lainnya Serta therapy terapi dan Yang diperoleh Manusia sebagai anggota Masyarakat. 
9.      C. Klluckhohn (1949: 35)
Sebagai total dari cara hidup suatu bangsa, warisan sosial yang diperoleh individu dari grupnya.
10.  M. Jacobs dan B.J. Stern
Kebudayaan mencakup keseluruhan yang meliputi bentuk teknologi social, ideologi, religi, dan kesenian serta benda, yang kesemuanya merupakan warisan social.
11.  Dr. K. Kupper
Kebudayaan merupakan sistem gagasan yang menjadi pedoman dan pengarah bagi manusia dalam bersikap dan berperilaku, baik secara individu maupun kelompok.
12.  William H. Haviland
Kebudayaan adalah seperangkat peraturan dan norma yang dimiliki bersama oleh para anggota masyarakat, yang jika dilaksanakan oleh para anggotanya akan melahirkan perilaku yang dipandang layak dan dapat di tarima ole semua masyarakat.
13.  Francis Merill
Kebudayaan merupakan Pola-pola perilaku yang di hasilkan oleh interaksi social,semua perilaku dan semua produk yang dihasilkan oleh sesorang sebagai anggota suatu masyarakat yang di temukan melalui interaksi simbolis.
14.  Bounded et.al
Kebudayaan adalah sesuatu yang terbentuk oleh pengembangan dan transmisi dari kepercayaan manusia melalui simbol-simbol tertentu, misalnya simbol bahasa sebagai rangkaian simbol yang digunakan untuk mengalihkan keyakinan budaya di antara para anggota suatu masyarakat.
15.  Mitchell (Dictionary of Soriblogy)
Kebudayaan adalah sebagian perulangan keseluruhan tindakan atau aktivitas manusia dan produk yang dihasilkan manusia yang telah memasyarakat secara sosial dan bukan sekedar di alihkan secara genetikal.
16.  Robert H Lowie
Kebudayaan adalah segala sesuatu yang di peroleh individu dari masyarakat, mencakup kepercayaan, adat istiadat, norma-norma artistic, kebiasaan makan, keahlian yang di peroleh bukan dari kreatifitasnya sendiri melainkan merupakan warisan masa lampau yang di dapat melalui pendidikan formal atau informal.


17.  Edward Spranger
Kebudayaan sebagai segala bentuk atau ekspresi dari kehidupan batin masyarakat. Sedangkan peradaban ialah perwujudan kemajuan teknologi dan pola material kehidupannya.
18.  Herskovits
Herskovits memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang turun temurun dari satu generasi ke generasi yang lain, yang kemudian disebut sebagai superorganik.

Kebudayaan Menurut Ahli Dalam Negri
1.      Prof.Dr.Koentjoroningrat (1985: 180)
Kebudayaan adalah keseluruhan sistem gagasan, tindakan dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik dari manusia dengan belajar.
2.      Ki Hajar Dewantara
Kebudayaan berarti buah budi manusia adalah hasil perjuangan manusia terhadap dua pengaruh kuat, yakni zaman dan alam yang merupakan bukti kejayaan hidup manusia untuk mengatasi berbagai rintangan dan kesukaran didalam hidup dan penghidupannya guna mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang pada lahirnya bersifat tertib dan damai.
3.      Arkeolog R. Seokmono
Kebudayaan adalah seluruh hasil usaha manusia, baik berupa benda ataupun hanya berupa buah pikiran dan dalam penghidupan.
4.      Effat al-Syarqawi
yang mengartikan  kebudayaan sebagai khazanah sejarah suatu bangsa/masyarakat yang tercermin dalam pengakuan/kesaksiannya dan nilai-nilainya, yaitu kesaksian dan nilai-nilai yang menggariskan bagi kehidupan suatu tujuan ideal dan makna rohaniah yang dalam, bebas dari kontradiksi ruang dan waktu
5.      Parsudi Suparlan
Kebudayaan didefinisikan sebagai keseluruhan pengetahuan manusia sebagai makhluk sosial yang digunakannya untuk memahami dan menginterprestasikan lingkungan dan pengalamanya, serta menjadi landasan bagi tingkah-lakunya
6.      Sutan Takdir Alisyahbana
Mengatakan Kebudayaan merupakan manifestasi dari cara berfikir.
7.      Dr.Moh.Hatta
Berpendapat Kebudayaan adalah ciptaan hidup dari suatu bangsa
8.      Mangunsarkoro
Kebudayaan adalah segala yang merupakan hasil kerja jiwa manusia dalam arti yang seluas-luasnya
9.      Drs.Sidi Gazalba
Kebudayaan adalah cara berfikir dan merasa yang menyatakan diri dalam seluruh segi kehidupan dari segolongan manusia yang membentuk kesatuan sosial dengan suatu ruang dan suatu waktu.


10.  Djojodigono(1958)
memberikan defenisi mengenai kebudayaan dengan mengatakan kebudayaan itu adalah daya dari budi, yang berupa cipta, karsa dan rasa.

Wujud Kebudayaan (menurut J.J. Hoenigman)
Menurut J.J. Hoenigman, wujud kebudayaan dibedakan menjadi tiga: Gagasan, Aktivitas, dan Artefak.
1.      Gagasan (Wujud ideal)
 Wujud ideal kebudayaan adalah kebudayaan yang berbentuk kumpulan ide-ide, gagasan, nilai-nilai, norma-norma, peraturan, dan sebagainya yang sifatnya abstrak; tidak dapat diraba atau disentuh. Wujud kebudayaan ini terletak dalam kepala-kepala atau di alam pemikiran warga masyarakat. Jika masyarakat tersebut menyatakan gagasan mereka itu dalam bentuk tulisan, maka lokasi dari kebudayaan ideal itu berada dalam karangan dan buku-buku hasil karya para penulis warga masyarakat tersebut. 
2.      Aktivitas (tindakan)
Aktivitas adalah wujud kebudayaan sebagai suatu tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat itu. Wujud ini sering pula disebut dengan sistem sosial. Sistem sosial ini terdiri dari aktivitas-aktivitas manusia yang saling berinteraksi, mengadakan kontak, serta bergaul dengan manusia lainnya menurut pola-pola tertentu yang berdasarkan adat tata kelakuan. Sifatnya konkret, terjadi dalam kehidupan sehari-hari, dan dapat diamati dan didokumentasikan.
3.      Artefak (karya)
Artefak adalah wujud kebudayaan fisik yang berupa hasil dari aktivitas, perbuatan, dan karya semua manusia dalam masyarakat berupa benda-benda atau hal-hal yang dapat diraba, dilihat, dan didokumentasikan. Sifatnya paling konkret diantara ketiga wujud kebudayaan. 

Unsur – Unsur Kebudayaan
Suatu kebudayaan tidak akan pernah ada tanpa adanya beberapa sistem yang mendukung terbentuknya suatu kebudayaan, sistem ini kemudian disebut sebagai unsur yang membentuk sebuah budaya, mulai dari bahasa, pengetahuan, tekhnologi dan lain lain. semua itu adalah faktor penting yang harus dimiliki oleh setiap kebudayaan untuk menunjukkan eksistensi mereka.
1.      Bahasa
yaitu suatu sistem perlambangan yang secara arbitrel dibentuk atas unsur – unsur bunyi ucapan manusia yang digunakan sebagai gagasan sarana interaksi
2.      sistem pengetahuan
yaitu semua hal yang diketahui manusia dalam suatu kebudayaan mengenai lingkungan alam maupun sosialnya menurut azas – azas susunan tertentu
3.      organisasi sosial                                        
yaitu keseluruhan sistem yang mengatur semua aspek kehidupan masyarakat dan merupakan salah satu dari unsur kebudayaan universal
4.      sistem peralatan hidup dan tekhnologi
yaitu rangkaian konsep serta aktivitas mengenai pengadaan, pemeliharaan, dan penggunaan sarana hidup manusia dalam kebudayaannya
5.      sistem mata pencarian hidup
yaitu rangkaian aktivitas masyarakat yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan hidup dalam konteks kebudayaan
6.      kesenian
yaitu suatu sistem keindahan yang didapatkan dari hasil kebudayaan serta memiliki nilai dan makna yang mendukung eksistensi kebudayaan tersebut
7.      sistem religi
yaitu rangkaian keyakinan mengenai alam gaib, aktivitas upacaranya serta sarana yang berfungsi melaksanakan komunikasi manusia dengan kekuatan alam gaib
Ada beberapa pendapat ahli yang mengemukakan mengenai komponen atau unsur kebudayaan, antara lain sebagai berikut:
v  Melville J. Herskovitsme nyebutkan kebudayaan memiliki 4 unsur pokok, yaitu:
·         alat-alat teknologi
·         sistem ekonomi
·         keluarga
·         kekuasaan politik
v  Bronislaw Malinowski mengatakan ada 4 unsur pokok yang meliputi:
·         sistem norma yang memungkinkan kerja sama antara para anggota masyarakat untuk menyesuaikan diri dengan alam sekelilingnya
·         organisasi ekonomi
·         alat-alat dan lembaga-lembaga atau petugas-petugas untuk pendidikan (keluarga adalah lembaga pendidikan utama)
·         organisasi kekuatan (politik)
v  Prof. Dr. Koenjaraningrat mengklasifikasikan unsure-unsur kebudayaan dengan sejumlah unsure kebudayaan objektif. Unsure universal itu sekaligus menjadi isi kebudayaan, yaitu:
·         Sistem religi dan upacara kebudayaan
·         Sistem dan organisasi kemasyarakatan
·         Bahasa
·         Sistem pengetahuan
·         Kesenian
·         Sistem mata pencaharian hidup
·         Sistem teknologi dan peralatan


Faktor yang Mempengaruhi Keragaman Budaya
1.      Faktor manusia
Apabila manusia aktif dalam menciptakan kebudayaan akan bertambah maju, sebaliknya apabila manusia tidak lagi memelihara kebudayaannya maka kebudayaannya tersebut akan hilang.
2.      Faktor lingkungan alam
Terjadinya gempa bumi, angin ribut (taupan), banjir basar, gunung meletus, kemarau yang berkepanjangan, dan lain – lainnya yang menyebabkan masyarakat yang mendiami daerah – daerah tersebut tarpaksa harus meninggalkan tempat tinggalnya. Dan saat itulah masyarakat tersebut akan beradaptasi dengan sendirinya dan menyesuaikan diri pada lingkungan dan kebudayaan yang baru.
3.      Faktor perubahan nilai – nilai dan sikap
Setiap individu dalam melaksanakan aktivitas yang selalu berdasarkan serta perpedoman kepada nilai – nilai yang ada dan hidup dalam masyarakat. Di lain pihak nilai – nilai ini sangat mempengaruhi tindakan dan perilaku manusuia baik secara perorangan, kelompok maupun terhadap masyarakat itu sendiri. Di katakan demikian karena nilai – nilai tersebut adalah sekumpulan perorangan, kelompok atau masyarakat tidak patut terhadap obyek maaterial maupun non material. Dengan yang selalu diinginkan, di cita – citakan dan di anggap penting oleh seluruh manusia sebagai anggota masyarakat.
4.      Pengaruh kebudayaan masyarakat lain
a.       Akulturasi
Akulturasi dalah sebuah fenomena yang timbul sebagai hasil, jika kelompok – kelompok manusia yang mempunyai kebudayaan yang berbeda-bada bertemu dan mangadakan kontak secara langsung dan terus menerus, yang kemudian menimbulkan perubahan dalaam pola – pola kebudayaan.
b.      Asimilasi
Asimilasi adalah suatu proses sosial yang telah lanjut yang ditandai dengan kurangnya pembedaan antara individi – induvidu dan antara kelompok – kelompok, dan makin eratnya kesatuan aksi, sikap – sikap dan proses mental yang berhubungan dengan kepentingan dan tujuan yang sama.
c.       Difusi
Difusi adalah suatu proses penyebaran unsur – unsur kebudayaan dari perorangan kepada orang laindan dari satu masyarakat ke masyarakat lain. Dengan proses terseut manusia mampu menghimpun penemuan – penemuan baru yang telah di hahisilkan.
d.      Sintesa
Sintasa adalah campuran antara dua kebudayaan yang berbeda dan melahirkan kebudayaan dalam bentuk – bentuk baru dari keluarga.
e.       Dominasi
Dominasi adalah bila kebudayaan terdesak dan akhirnya lenyap di ganti dengan kebudayaan yang baru masuk.
5.      Faktor kemajuan teknologi
Perkembangan teknologi yang begitu cepat menimbulkan perkembangan – perkembangan pula di lapang sosial. Misalnya pengaruh penemuan radio mempunyai efek pada leapangan rekreasi, pendidikan, pengangkutan, agama, pertanian, ekonomi, pemerintah dan sebagainya.
6.      Perubahan kependudukan
Perubahan kependudukan bisa terjadi kaarena adanya gerak kemasyarakatan. Gerak kemasyarakatan ini dapat di bagi menjadi dua yaitu gerak kemasyarakatan yang bersifat vertikal dan horizontal.
Jadi dengan adanya gerak kemasyarakatan yang mengakibatkan terjadinya perubahan kependudukan, ini bararti akan mengakibatkan terjadinya perubahan sosial dan kebudayaan di dalam masyarakat.

Pengaruh Keragaman Budaya di Indonesia
Pengaruh positif:
1.      Keanekaragaman kebudayaan sangat menarik dan dapat dijadikan objek pariwisata,
2.      Keanekaragaman budaya daerah dapat membantu meningkatkan pengembangan kebudayaan nasional,
3.      Tertanamnya sikap untuk saling menghormati dan menghargai antarsuku yang berbeda.
Pengaruh negatif:
1.      Kecurigaan antarsuku bangsa,
2.      Adanya potensi konflik antarsuku dan hambatan pergaulan antarsuku karena perbedaan bahasa, dan kebudayaan,
3.      Banyaknya suku bangsa yang ingin menerapkan hukum adatnya.

Peran Masyarakat dalam Keragaman Budaya
            Adanya beragam struktur kepribadian manusia disebabkan adanya beragam isi dan sasaran dari pengetahuan, perasaan, kehendak dan keinginan kepribadian serta perbedaan kualitas hubungan antar berbagai unsur kepribadian dalam kesadaran individu.
             Masyarakat dan kebudayaan merupakan perwujudan atau abstraksi perilaku manusia. Kepribadian mewujudkan perilaku manusia. Perilaku manusia dapat dibedakan dengan kepribadiannya, karena kepribadian merupakan latar belakang perilaku yang ada dalam diri seorang individu. Pengaruh kebudayaan terhadap kepribadian, sebaiknya dibatasi pada bagian kebudayaan yang secara langsung mempengaruhi kepribadian. Berikut tipe-tipe kebudayaan khusus yang nyata mempengaruhi bentuk kepribadian yakni:
1.      Kebudayaan-kebudayaan khusus atas dasar factor kedaerahan. Kepribadian yang saling berbeda antara individu-individu yang merupakan anggota suatu masyarakat tertentu, karena masing-masing tinggal di daerah yang tidak sama dan dengan kebudayaan-kebudayaan khusus yang tidak sama pula. Contoh adat-istiadat melamar mempelai di Minangkabau berbeda dengan adat-istiadat melamar mempelai di Lampung. 
2.      Cara hidup di kota dan di desa yang berbeda (urban dan rural ways of life). Contoh perbedaan antara anak yang dibesarkan di kota dengan seorang anak yang dibesarkan di desa. Anak kota terlihat lebih berani untuk menonjolkan diri di antara teman-temannya dan sikapnya lebih terbuka untuk menyesuaikan diri dengan perubahan sosial dan kebudayaan tertentu. Sedangkan seorang anak yang dibesarkan di desa lebih mempunyai sikap percaya diri sendiri dan lebih banyak mempunyai sikap menilai (sense of value). 
3.      Kebudayaan khusus kelas sosial. Di dalam setiap masyarakat akan dijumpai lapisan sosial karena setiap masyarakat mempunyai sikap menghargai yang tertentu pula. 
4.      Kebudayaan khusus atas asar agama. Agama juga mempunyai pengaruh besar di dalam membentuk kepribadian seorang individu. Bahkan adanya berbagai madzhab di dalam satu agama pun melahirkan kepribadian yang berbeda-beda pula di kalangan umatnya. 
5.      Kebudayaan berdasarkan profesi. Pekerjaan atau keahlian juga memberi pengaruh besar pada kepribadian seseorang. Kepribadian seorang dokter, misalnya, berbeda dengan kepribadian seorang pengacara, dan itu semua berpengaruh pada suasana kekeluargaan dan cara-cara mereka bergaul.

Manfaat dari Keragaman Budaya
Kebudayaan masyarakat Indonesia sangat beraneka ragam karena terdiri atas bermacam-macam suku bangsa, ras, agama, bahasa, adat istiadat, golongan politik dan sebagainya. Keragaman kebudayaan inilah yang menyebabkan masyarakat di Indonesia menjadi unik dan berbeda dengan masyarakat lainnya di dunia. Namun keberagaman tersebut menyebabkan kehidupan masayarakat Indonesia menjadi rawan konflik. Masyarakat majemuk atau multikultural memiliki karakteristik heterogen dengan pola hubungansosial antarindividu bersifat toleran dan harus menerima kenyataan untuk hidup berdampingan secara damai satu sama lain dengan perbedaan-perbedaan yang melekat pada tiap entitas sosial dan politiknya. Kebesaran kebudayaan sauatu masyarakat atau bangsa terletak pada kemampuannya untuk menampung berbagai perbedaan dan keberagaman dalam satu ikatan yang berdasarkan prinsip-prinsip hak asasi manusia dan demokrasi. Manfaat keberagaman budaya suku-suku bangsa adalah sarana untuk menengahi setiap ada isu konflik separatis dan disintegrasi sosial.

Ciri – Ciri Keragaman Budaya
1.      Keberagaman Suku Bangsa
Dari ilmu antropologi diketahui bahwa nenek moyang bangsa indonesia berasal dari Yunan, Cina Selatan. Mereka bermigrasi ke indonesia secara bergelombang dan menempati pulau-pulau di indonesiaa. Menurut ahli sejarah antara tahun 3.000-500 SM Indonesia telah dihuni oleh penduduk migran submongoloid dari Asia yang kemudian bercamput dengan penduduk indigenous dan indo-arian dari Asia Selatan.
Klasifikasi anekea suku bangsa di Indonesia biasanya di dasarkan pada sistem lingkaran hukum adat. Sistem klasifikasi ini mula-mula disusun oleh Van Vollenhoven yang membagi indonesia ke dalam 19 daerah sukau bangsa
2.      Keberagaman Bahasa
Seiring dengan keberagaman suku bangsa, di Indonesia terdapat kurnag lebih 250 bahasa dan dialek. Menurut para ahli, sebagian besar bahasa di indonesia termasuk dalam rumpun bahasa Austronesia (Australia-Asia).
3.      Keberagaman Religi
Selain suku bangsa dan bahasa, Indonesia juga memiliki keberagaman agama atau kepercayaan. Terhitung di Indonesia terdapat lima agama yang di akui secara resmi oleh negara, yaitu Islam, Khatolik, Protestan, Hindu, Buddha.
4.      Keberagaman Seni dan Budaya
Suku bangsa yang beragam di Indonesia tentu menghasilkan kebudayaan yang beragam pula. Salah satu wujud Kebudayaan itu adalah kesenian, baik seni sastra, seni tari, seni musik, seni drama, seni rupa, dll

Dampak dari Keragaman Budaya
Keragaman budaya dalam ilmu Antropologi dinamakan sebagai diversitas. Negara dengan keanekaragaman budaya seperti Indonesia jika ditanggapi dengan sikap memandang perbedaan, dapat menimbulkan dampak negatif. Sebaliknya, bila keanekaragaman tersebut dikelola dengan semestinya, akan menjadi kekuatan tersendiri.

A.    Berbagai Permasalahan Akibat Keanekaragaman Budaya
Berkaitan dengan keberagaman kebudayaan dalam kehidupan masyarakat majemuk. Terdapat berbagai permasalahan sebagai berikut.
1.      Etnosentrisme
Etnosentrisme bisa diartikan sebagai anggapan atau keyakinan bahwa kebudayaan sendiri lebih baik daripada semua kebudayaan lain. Contoh dari bentuk etnosentrisme yang paling ekstrem dalam sejarah adalah gerakan Nazi Jerman di bawah Hitler. Pada Prinsipnya sikap etnosentrisme memiliki kecendrungan destruktur terhadap kebudayaan-kebudayaan lain. Oleh karena itu, sikap tersebut dapat menimbulkan disentegrasi dan disorganisasi dalam kehidupan masyarakat yang majemuk.
2.      Anomie
Anomes adalah suatu gejala sosial yang sangat unik sebagai akibat adanya perubahan sosial-budaya yang selalu bergantian, sementara itu sistem nilai yang berlaku dalam masyarakat tidak mengalami perubahan. Oleh karena itu, masyarakat sekolah kehilangan pedoman untuk menentukan sesuatu yang dianggap baik dan buruk. Anomie terjadi sebagai bagian dari dampak negatif akibat perubahan budaya yang cepat dan frontal.
3.      Cultural Lag
Proses penyebaran kebudayaan asing tidak selalu berlangsung secara menyeluruh, tidak hanya sebagiannya, sehingga menimbulkan suatu bentuk ketimpangan budaya atau cultural lag. Sebagai contoh, orang suku pedalaman yang tidak mengenakan pakaian (modern), tiba-tiba diberi pakaian seperti kita. Mungkin saja orang tadi memakainya seperti kita. Akan tetapi, orang tadi mungkin tidak tahu tata cara merawat pakaian tersebut, misalnya perlu dicuci sehingga membutuhkan sabun cuci dan menyetrikanya.
4.      Mestizo Culture
Mestizo culture yaitu suatu proses percampuran unsur kebudayaan yang satu dengan unsur kebudayaan lain yang mempunyai simbol dan sifat berbeda. Ciri yang tampak dari perubahan ini yaitu sifat formalismenya (hanya dapat meniru bentuknya tanpa mengetahui arti sesungguhnya). Contohnya, peningkatan pola pamer kekayaan akibat gencarnya iklan tertentu. Kondisi psikologis yang terkait dalam gejala mestizo culture adalah munculnya kecemasan dan ketidakpuasan seseorang terhadap sesuatu yang telah dimilikinya.
5.      Rejection (Penolakan)
Proses perubahan kebudayaan yang berlangsung terlalu cepat sedang menimbulkan reaksi penolakan dari sejumlah besar anggota masyarakat, khususnya dari kalangan generasi tua atau kelompok konservatif yang masing sangat memegang teguh nilai-nilai tradisional. Sebagai contoh, program KB (keluarga berencana) di Indonesia, pada awalnya sempat mendapatkan banyak reaksi penolakan dari beberapa kalangan. Namun dalam perkembangannya lebih lanjut, program tersebut akhirnya diterima sebagai salah satu alternatif dalam mengatasi laju pertambahan dan kepadatan penduduk.

Salah satu usaha untuk mengatasi masalah disorganisasi sebagai akibat adanya perubahan kebudayaan yang berlangsung secara terus-menerus adalah dengan mengadakan suatu perencanaan sosial (social planning) yang baik.
B.     Sikap Terhadap Keragaman Budaya Yang Diharapkan
Keanekaragaman kebudayaan di satu sisi memberikan kontribusi penting bagi bangsa dan masyarakat besar seperti Indonesia. Tentu saja hal tersebut bisa terjadi apabila keragaman kebudayaan tersebut dikelola dengan tepat. Bagaimana bila tidak dikelola dengan tepat? Malapetakalah yang akan melanda. Hampir semua negara yang penduduknya heterogen seperti India dan Filipina, termasuk Indonesia setiap saat diwarnai dengan konflik bernuansa SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan).
Usaha mencapai persatuan dalam kehidupan masyarakat yang majemuk dengan aneka ragam kebudayaan dilakukan dengan mengembangkan sikap toleransi dan sikap empati pada diri setiap warga. Toleransi adalah adanya sikap tenggang rasa yang bertujuan memberikan kebebasan orang lain untuk menjalankan haknya. Sikap toleransi sangat bertolak belakang dengan sikap etnosentrisme yang memandang rendah kebudayaan lain. Sikap toleransi, menunjukkan luasnya pola pikir seseorang sekaligus menunjukkan pemahamannya mengenai kondisi alam semeseta yang sangat beraneka ragam ini. Sikap toleransi merupakan landasan utama seseorang dalam membangun kehidupan yang penuh ketenangan di lingkungan masyarakat yang beragam budaya.
Adapun empati adalah suatu sikap yang menunjukkan turut merasakan apa yang dialami oleh orang lain. Praktiknya adalah dengan mencoba menempatkan dirinya dalam kondisi orang lain. Sifat empati ini hakikatnya ditunjukkan dalam bentuk perasaan “senasib dan seperjuangan”. Sikap empati ini berarti bukan sekedar toleransi yang ditunjukkan dalam kehidupan masyarakat beragam budaya, melainkan juga semangat kegotongroyongan atau kerja sama tanpa memandang perbedaan yang ada.


KEWIRAUSAHAAN

Wirausahawan adalah seseorang yang melakukan kegiatan usaha dengan mengambil risiko dan ketidakpastian demi mencapai keuntungan dan per...